Kamis, 29 Desember 2011

Manajemen Produksi



1.   Perkembangan manajemen produksi
Manajemen produksi berkembang setelah manusia menghasilkan barang dan jasa. Pesatnya perkembangan manajemen produksi terjadi berkat dorongan dari beberapa faktor yang menunjang, yaitu :
·         Pembagian kerja dan spesialisasi
·         Revolusi industri
·         Perkembangan alat dan teknologi yang mencakup penggunaan komputer
·         Perkembangan ilmu dan metode kerja

2.   Pengertian manajemen produksi
Manajemen produksi merupakan kegiatan untuk mengatur dan mengkoordinasikan penggunaan sumber-sumber daya berupa sumber daya manusia, sumber daya alat, dan sumber daya dana serta bahan secara efektif dan efisien , untuk menciptakan dan menambah kegunaan suatu barang atau jasa.

3.   Pengertian produksi
Secara umum, produksi yaitu kegiatan atau proses yang mentransformasikan masukan (input) menjadi keluaran (output). Dalam arti sempit, produksi dimaksudkan kegiatan yang menghasilkan barang, baik barang jadi maupun barang setengah jadi, barang industri, suku cadang, mapun komponen penunjang.

4.   Proses produksi
Proses produksi dapat ditinjau dari dua segi, yaitu:
a)    Kelangsungan hidup
·         Produksi terus menerus
Produksi ini dilakukan sebagai proses untuk mengubah barang-barang. Walaupun terjadi perubahan model, susunan dan fungsi alat mesin yang dipakai tidaklah berubah
·         Produksi terputus-putus
Produksi ini tidak terus menerus beroperasi, sering kali terhenti guna mengubah alat, pengaturan kembali alat, dan penyesuaian yang terus-menerus.
b)   Teknik
·         Proses ekstrakfif      : Proses pengambilan bahan langsung dari alam
·         Proses analitis         : Memisahkan bahan. Seperti dari menyak mentah ke minyak bersih.
·         Proses pengubahan : proses perubahan bentuk sepertia alat rumah tangga.
·         Proses sintetis        : Proses pencampuran bahan dengan  unsur-unsur lain. Seperti bahan kimia

5.   Pengambilan keputusan dalam manajemen produksi
Manajer produksi perlu membuat keputusan-keputusan yang berhubungan dengan upaya untuk mencapai tujuan, agar barang dan jasa yang dihasilkan sesuai dan tepat seperti yang diharapkan.
Ditinjau dari kondisi keputusan yang harus diambil, ada 4 macam keputusan, yaitu:
·         Pengambilan keputusan atas peristiwa yang pasti (certainty)
·         Pengambilan keputusan atas peristiwa yang mengandung resiko
·         Pengmabilan keputusan atas peristiwa yang tidak pasti (uncertainty)
·         Pengambilan keputusan atas peristiwa yang timbul karena pertentangan dengan keadaan lain.
Bidang produksi mempunyai 5 tanggung jawab keputusan utama, yaitu :
·         Proses
·         Kapasitas
·         Persediaan
·         Tenaga kerja
·         Kualitas

6.   Ruang lingkup manajemen produksi
Kegiatan manajemen produksi memiliki kegiatan yang cakupannya cukup luas, dimulai dari analisis dan penetapan sebelum dimulainya kegiatan produksi. Manajemen produksi mencakup perancangan atau penyiapan sistem produksi serta pengoperasiannya.
Penambahan dalam oerancangan sistem produksi meliputi:
·         Seleksi dan desain hasil produksi
·         Seleksi dan perancangan proses serta peralatan
·         Pemilihan lokasi perusahaan serta unit produksi
·         Rancangan tata letak (layout) dan arus kerja
·         Rancangan tugas
·         Strategi produksi dan operasi serta pemilihan kapasitas

7.   Fungsi dan sistem produksi dan operasi
·         Fungsi produksi dan operasi
4 fungsi terpenting dalam produksi dan operasi:
a.    Proses pengolahan
b.    Jasa-jasa penunjang
c.    Perencanaan
d.    Pengendalian atau pengawasan
·         Sistem produksi dan operasi
Sistem produksi dan operasi adalah suatu keterkaitan unsur-unsur yang berbeda secara terpadu, menyatu dan menyeluruh dalam pentransformasian masukan menjadi keluaran.

8.   Lokasi dan layout pabrik

Lokasi merupakan salah satu kegiatan awal yang harus dilakukan sebelum perusahaan mulai beroperasi. Penentuan lokasi yang tepat akan mempengaruhi kemampuan perusahaan   dalam melayani konsumen, mendapatkan bahan-bahan mentah yang cukup, mendapatkan tenaga kerja dengan mudah, serta memungkinkan diadakannya perluasan usaha.  Kesalahan dalam pemilihan lokasi akan mengakibatkan biaya transportasi yang tinggi, kekurangan tenaga kerja, kehilangan kesempatan dalam bersaing. Perencanaan layout merupakan salah satu tahap dalam perencanaan suatu fasilitas yang bertujuan untuk mengembangkan suatu sistem produksi yang efektif dan efisien. Tujuan penyusunan layout pada dasarnya untuk mencapai pemanfaatan peralatan pabrik yang optimal, penggunaan jumlah tenaga kerja yang minimum, kebutuhan persediaan yang rendah dan biaya produksi dan investasi modal yang rendah, sedangkan jenis layout terdiri dariprocess layout, product layout, dan fixed position layout, atau kombinasi dari ketiga jenislayout tersebut. Perangkat lunak yang diperlukan untuk penyusunan layout adalah: CRAFT, COFAD, PLANET, CORELAP dan ALDEF.S

PEMASARAN



1.   Pengertian pasar dan pemasaran
Pasar adalah tempat bertemunya antara penjual dan pembeli , atau daerah, tempat, wilayah, area yang mengandung kekuatan permintaan dan penawaran yang saling bertemu danmembentuk harga.
Pemasaran yaitu proses perpindahan barang atau jasa dari produsen ke konsumen atau semua kegiatan yang berhubungan dengan arus barang atau jasa dari produsen ke konsumen.

2.   Jenis jenis pasar

·         Pasar Konsumsi
Pasar Konsumsi menjual barang-barang untuk keperluan konsumsi. Misalnya menjual beras, sandal, lukisan, dll. Contohnya adalah Pasar Mergan di Malang, Pasar Kramat Jati, dll.

·         Pasar Faktor Produksi
Pasar Faktor Produksi menjual barang-barang untuk keperluan produksi. Misalnya menjual mesin-mesin untuk memproduksi, lahan untuk pabrik, dll.

·         Pasar tradisional 
merupakan tempat bertemunya penjual dan pembeli serta ditandai dengan adanya transaksi penjual pembeli secara langsung dan biasanya ada proses tawar-menawar, bangunan biasanya terdiri dari kios-kios atau gerai, los dan dasaran terbuka yang dibuka oleh penjual maupun suatu pengelola pasar. Beberapa pasar tradisional yang "legendaris" antara lain adalah pasar Beringharjo di Jogja, pasar Klewer di Solo, pasar Johar di Semarang

·         Pasar modern 
Tidak banyak berbeda dari pasar tradisional, namun pasar jenis ini penjual dan pembeli tidak bertransakasi secara langsung melainkan pembeli melihat label harga yang tercantum dalam barang (barcode), berada dalam bangunan dan pelayanannya dilakukan secara mandiri (swalayan) atau dilayani oleh pramuniaga.

3.   Konsep inti pemasaran
·         Kebutuhan
Kebutuhan adalah suatu keadaan perasaan yang membutuhkan pemenuhan terhadap sesuatu seperti makanan, pakaian,rasa aman, kasih sayang.
·         Keinginan
Keinginan yaitu kabutuhan yang dibentuk oleh budaya dan pribadi seseorang.
·         Permintaan
Permintaan adalah kebutuhan atau keinginan manusia yang didukung oleh daya beli.
·         Produk
Produk adalah sesuatu yang dapat ditawarkan kepada pasar untuk mendapatkan perhatian, untuk dimiliki, digunakan, ataupun dikonsumsi dalam rangka memenuhi kebutuhan atau keinginan.
·         Pertukaran
Pertukaran adalah kegiatan untuk memperoleh barang atau jasa yang diinginkan dari pihak lain dengan memberikan sesuatu sebagai gantinya.
·         Transaksi
Transaksi sedikitnya melibatkan dua barang atau jasa yang bernilai, dengan syarat-syarat yang disepakati, waktu kesepakatan dan tempat kesepakatan.
·         Pasar
Pasar adalah himpunan pembeli nyata dan pembeli potensial atas suatu produk.

4.   Manajemen pemasaran
Manajemen pemasaran adalah suatu analisis, perencanaan, implementasi, dan pengendalian dari program-program yang dirancang untuk menciptakan, membangun, dan mempertahankanpertukaran yang bermanfaat dengan pembeli untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi.

·         Keadaan permintaan dan tugas pasar
a.    Negative demand (permintaan negatif)
b.    No demand (tidak ada permintaan)
c.    Latent demand (permintaan terpendam)
d.    Falling demand (permintaan menurun)
e.    Irregular demand (permintaan tidak beraturan)
f.     Full demand (permintaan penuh)
g.    Overfull demand (permintaan berlebihan)
h.    Unwholesome demand (permintaan yang tidak sehat)

·         Falsafah manajemen pemasaran
a.    Konsep produksi
Manajemen perlu berkonsentrasi pada peningkatan efisiensi produksi dan efisiensi distribusi. Karena konsep ini merupakan alternatif bila menghadapi situasi seperti, permintaan melibihi pasokan yang dimiliki dan bila biaya tinggi maka produksi perlu diturunkan sambil malkukan produktifitas.
b.    Konsep produk
Konsep berpegang teguh pada anggapan bahwa konsumen akan menyenangi produk yang menawarkan mutu, penampilan, maupun keistimewaan dibandingkan produk sejenis.
c.    Konsep penjualan
Konsep ini beranggapan bahwa konsumen tidak akan membeli produk jika organisasi tidak melakukan usaha-usaha promosi dan penjualan. Konsep penjualan biasanya diterapkan kepada produk yang umum nya kurang begitu diminati.
d.    Konsep pemasaran
Menurut konsep ini, kunci untuk mencapai keberhasilan sasaran organisasi adalah kejelian dalam menentukan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran, serta mengupayakan pemenuhan kepuasan ketimbang dengan apa yang dilakukan pesaing.
e.    Konsep pemasaran kemasyarakatan
Tugas organisasi berhubungan dengan penentuan kebutuhan, keinginan, serta minat pasar sasaran dan memberikan kepuasan yang lebih efisien dan efektif daripada pesaing.

5.   Bauran pemasaran
Bauran pemasaran adalah kegiatan pemasaran yang terpadu dan saling menunjang satu sama lain. Berikut adalah 4 kebijaksanaan pemasaran yang disebut konsep 4 P :
·         Product (Produk)
Produk harus disesuaikan dengan kebutuhan konsumen, agar pemasaran produk berhasil. Pembuatan produk lebih baik diorientasikan pada keinginan atau selera pasar.
·         Price (harga)
Untuk sebagian besar masyarakat, harga dianggap sebagai penentu dalam keputusan untuk membeli suatu barang atau jasa. Karena itu, penentuan harga merupakan salah satu keputusan penting bagi manajemen perusahaan. Harga yang ditetapkan harus menutup semua biaya yang telah dikeluarkan untuk produksi ditambah besarnya presentase laba yang diinginkan.
·         Place (saluran distribusi)
Saluran distribusi digunakan oleh produsen untuk menyalurkan produk sampai ke tangan konsumen. Kesalahan dalam menentukan jumlah penyalur akan membuat masalah bagi perusahaan. Bila jumlah penyalur sedikit, akan menyebabkan penyebaran produk kurang luas, sedangkan jika terlalu banyak akan menyebabkan pemborosan waktu, perhatian dan biaya.
·         Promotion (promosi)
Promosi merupakan kegiatan yang secara aktif dilakukan perusahaan untuk mendorong konsumen membeli produk yang ditawarkan. Kegiatan dalam promosi umumnya adalah periklanan, personal selling, promosi penjualan, pemasaran langsung, serta hubungan masyarakat dan publisitas.

6.   Tujuan sistem pemasaran
·         Memaksimalkan kosumsi
·         Memaksimalkan kepuasan konsumen
·         Memaksimalkan pilihan
·         Memaksimalkan kualitas hidup

7.   Pendekatan dalam mempelajari pemasaran
Pemasaran dapat dipelajari dengan beberapa pendekatan, yaitu :
·         Commodity Approach (pendekatan serba barang)
Pendekatan yang melibatkan studi tentang bagaimana produk tertentu berpindah dari produsen ke konsumen.
·         Institutional Approach (pendekatan institusi)
Mempelajari pemasaran dari segi organisasi atau lembaga yang terlibat dalam kegiatan pemasaran.
·         Functional Approach (pendekatan fungsiona)
Jumlah dan macam fingsi ini tergantung pada macam produk dan kebiasaan dalam perdagangan.
·         Managerial Approach (pendekatan manajerial)
Pendekatan ini mempelajari pemasaran berdasarkan pendapat manajer serta keputusan yang diambilnya.
·         Sosial Approach (pendekatan sosial)
Pendektana ini memberi perhatian pada kontribusi sosial dan biaya yang timbul akibat aktivitas pemasaran, seperti efisiensi pasar, keusangan produk, maupun kebenaran iklan.